Bahasa pemrograman itu tidak penting!

Terlalu banyak bahasa pemrograman hanya membuat kita pusing.

Posted on 13/12/2021

author
Reinaldy Rafli

Menjelang akhir tahun 2021 ini, sebagai seorang developer kamu pasti tahu bahwa ada banyak sekali programming langage, dari yang secara syntax mudah untuk dipahami seperti Python dan Scratch, dari yang memiliki banyak sekali parenthesis seperti Common Lisp, Clojure, dan Janet, hingga yang sangat cepat sekali secara performa seperti Rust dan C++. Ada lebih banyak programming language lainnya yang dapat kamu cari tahu sendiri di Wikipedia.

Mungkin tahun depan akan lahir programming language lain, karena seseorang tidak suka dengan cara mengimplementasikan sesuatu pada programming language yang dia gunakan sebelumnya.

Tapi, apa tujuannya? Untuk apa programming language banyak-banyak jika dengan Javascript saja kita bisa membuat frontend, backend, mobile app, hingga database. Begitu juga dengan C# yang bisa untuk membuat frontend, backend, mobile app, terminal app, desktop app, hingga operating system. Untuk apa??

Memilih dan mempelajari programming language baru hanya membuang-buang waktumu saja, apalagi setiap ada language baru, kamu tertarik ke suatu konsep yang membuat language itu sangat menarik dan mempelajarinya secara dalam. Biasanya sih biar keliatan lebih ganteng dibanding orang lain. Tapi memangnya bener ya bisa bikin ganteng? Apalagi kalo fundamentalnya masih nggak kuat.

Kalau fundamental kamu sudah kuat, percayalah, dalam menghadapi language apapun kamu tidak akan memiliki kesulitan. Mengapa? Karena hal-hal seperti variable, control flow, hingga data structure, akan sama saja pada language manapun. Beberapa hal yang akan berubah biasanya hanya syntaxnya saja. Kalau terburu-buru untuk pelajari suatu langauge tanpa tau dasarnya, disaat ada kebutuhan untuk pindah ke language lain, kamu akan kagok dan kewalahan. Lebih baik pelajari fundamentalnya dulu. Kalau kamu butuh sedikit materi terkait fundamental programming, e-book ini bisa jadi tempat kamu memulai. Cukup lengkap, 484 halaman berbahasa Inggris.

Banyak sekali artikel yang menjelaskan tentang bahasa pemrogramman yang paling bagus untuk kamu pelajari. Beberapa artikel tersebut memang benar, ada beberapa language yang lebih cocok untuk bidang tertentu. Misalnya Python sangat cocok untuk machine learning dan data science karena secara syntax tidak perlu sampai hal se-detail memory management atau low-level coding lainnya, serta secara library dan packages yang tersedia sudah lumayan lengkap. Namun bukan berarti Python adalah bahasa yang terbaik. Karena semuanya tergantung kepada hal apa yang ingin kita ciptakan, serta apakah fitur-fitur dari language yang akan kita pakai sudah memenuhi kebutuhan aplikasi yang akan kita ciptakan.

Kemudian, secara arsitektur sudah banyak orang yang menerapkan sistem microservice, walaupun mungkin mereka tidak perlu microservice sejak awalnya. Biasanya dalam arsitektur microservice terdapat sebuah orchestrator yang dapat mengatur berbagai micro-app-nya, biasanya berupa Kubernetes atau Nomad. Sementara berbagai micro-app ini akan berupa sebuah Docker image (atau OCI image), sebuah keuntungan dari sistem ini adalah kita sudah tidak harus memperdulikan mau pakai stack apa, namun lebih fokus ke kode dan memastikan kode kita fully tested dan performant.

Apakah dengan kita pakai arsitektur microservice, kita bisa adu kegantengan dan menggunakan banyak bahasa untuk bikin suatu aplikasi? Tentu saja bisa. Tapi apakah bagus? Mungkin tidak.

Tapi dengan pernyataan itu, apakah seharusnya kita stick atau tetap berada di suatu language saja? Mungkin tidak juga, karena alasan tadi: setiap langauge punya tujuan dan use-case terbaiknya masing-masing. Kamu sebagai developer juga masih bisa kok menjadi T-shaped person. Yaitu orang yang punya general knowledge terhadap berbagai hal, namun punya speciality dan deep knowledge pada suatu hal yang spesifik. Misalnya, kamu paham back-end development secara general, kamu bisa pakai Python, Go, C#, dan Javascript untuk membuat backend, namun kamu sangat ahli saat buat back-end dengan C#. Kamu bisa disebut sebagai T-shaped person.

Lalu kapan saatnya bahasa pemrograman akan menjadi penting? Tentu saja disaat kamu akan menentukan ingin membuat suatu aplikasi dengan apa. Dari sekian banyak bahasa pemrograman yang dapat dipakai, pada akhirnya kamu hanya bisa memilih salah satu. Akan jadi penting juga setelah kamu punya pondasi yang kuat untuk fundamentalnya.